Profil baja WF
Profil WF (Wide Flange) adalah salah
satu profil baja struktural yang paling populer digunakan untuk konstruksi
baja. Namun, profil ini ternyata punya banyak nama. Ada yang menyebutnya dengan
profil H, HWF, H-BEAM, IWF, dan I. Bahkan ada juga beberapa tempat yang
menggunakan istilah WH, SH, dan MH. Sebenarnya mana yang paling tepat?
1. SNI 07-0329-2005, Baja I Beam Canai Panas
2. SNI 07-2610-1992, Baja Profil H Hasil Pengelasan Dengan Filter
3. SNI 07-7178-2006, Baja Profil WF Beam Proses Canai Panas
perbedaan masing-masing profil adalah :
Kalo mau cari yang paling tepat sih
menurut saya harus mengacu ke standar yang berlaku. Nah, kalo acuan kita adalah
SNI, maka kita akan memperoleh ada beberapa standar untuk produksi material
profil berbentuk I:
2. SNI 07-2610-1992, Baja Profil H Hasil Pengelasan Dengan Filter
3. SNI 07-7178-2006, Baja Profil WF Beam Proses Canai Panas
perbedaan masing-masing profil adalah :
|
Profil I
|
Profil WF
|
Profil H
|
|
Proses pembuatan: hot-rolled
Ada 2 lengkungan (r1, r2) |
Proses pembuatan: hot-rolled
Ada 1 lengkungan (r1) |
Proses pembuatan: pelat + las.
|
Profil I yang sebenarnya hampir
jarang kelihatan di lapangan. Profil H yang sebenarnya juga jarang yang pesan
kecuali untuk ukuran yang sangat besar atau ukuran khusus.
Malah yang paling laris adalah
profil WF. Tapi entah darimana sejarahnya, profil WF pada akhirnya sering juga
disebut profil I dan profil H. Kalo profil H masih bisa dimaklumi, karena
referensi asal SNI adalah standar Jepang (JIS). JIS sendiri menggunakan istilah
H untuk profil WF. Ukurannya pun sama.
Yang kiri adalah profil H salah satu
produsen baja di Jepang (kalo ga salah), sementara yang kanan adalah Profil
Wide Flange (WF) dari Gunung Garuda (juga merefer ke JIS).
Jadi, antara WF dan H bisa dibilang
ngga ada masalah penamaan. Malah ada yang kurang kerjaan dengan menggabungkan
keduanya menjadi HWF. Sementara Profil IWF sendiri secara standar itu rancu,
tapi di lapangan, profil IWF merujuk ke profil WF.
Terakhir, ada satu grup penamaan
lagi yang saya lagi malas nyari asal usulnya, SH, MH, dan WH. Semua profil ini
mengacu ke WF, yang membedakan adalah perbandingan antara lebar dan tingginya.
- Profil SH (short-H), adalah profil WF yang lebarnya kira-kira sama dengan setengah kali tingginya. Misalnya 100×50, 200×100, 250×125, dll.
- Profil WH (wide-H), adalah profil WF yang lebarnya kira-kira sama dengan satu kali tingginya. Misalnya 150×150, 175×175, 300×300, dll.
- Profil MH (middle-H) adalah profil WF yang berada di antara SH dan WH. Misalnya 150×100, 250×150, dll. Dibandingkan dua di atas, profil MH ini lebih jarang ditemui di lapangan.
Nah, sebagai kesimpulan, saya coba
rangkum nama-nama profil I/H/WF yang beredar di lapangan/pasar:
- Profil I (I-Beam).
Seharusnya menunjuk ke : Profil I
Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF - Profil WF.
Seharusnya menunjuk ke : Profil WF
Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF - Profil H.
Seharusnya menunjuk ke : Profil H (las). boleh juga ke Profil WF.
Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF. - Profil IWF.
Seharusnya menunjuk ke : tidak ada (rancu).
Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF - Profil H-BEAM.
Seharusnya menunjuk ke : tidak ada (tidak dikenal di SNI)
Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF. Ada juga sebagian yang ke Profil H (las). - Profil HWF.
Seharusnya menunjuk ke : tidak ada (tidak dikenal di SNI)
Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF. - Profil SH, MH, dan WH.
Seharusnya menunjuk ke : tidak ada (tidak dikenal di SNI)
Di lapangan/pasar menunjuk ke : Profil WF. - Nama lain seperti UB, UC, W, dll.
Seharusnya menunjuk ke : standar lain (non-SNI)
Di lapangan/pasar menunjuk ke : standar lain (non-SNI)
catatan:
Beredarnya nama-nama profil baja di
lapangan tentu melibatkan banyak “pemeran”. Berikut ini analisa saya dari mana
asal perbedaan tersebut.
Level 1:
- Pihak industri. Mereka yang lebih paham penamaan profil karena pihak industri yang berhubungan langsung dengan SNI. Jadi seharusnya tidak ada penyimpangan penamaan dari pihak industri.
- Pihak perencana. Perencana yang jarang membaca code/standar tentu tidak akan paham perbedaan nama-nama profil. Bisa jadi yang dia maksud adalah profil WF, tapi dia menuliskan di gambar rencananya dengan nama lain, misalnya profil I atau profil IWF atau profil H-Beam. Jadi, kalo mau ditelusuri, dari sini lah awal mula kerancuan nama tersebut.
Level 2:
- Pihak penyalur/penjual. Mereka menerima barang (profil baja) dari produsen, lengkap dengan namanya yang sudah sesuai SNI. Penjual tentu tidak mengalami masalah.
- Pihak pelaksana/kontraktor. Mereka menerima gambar rencana dari konsultan perencana. Mereka melihat nama-nama profil baja yang disebutkan/dicantumkan oleh perencana.
- Kontraktor bertemu dengan Penjual. Kontraktor memesan material sesuai gambar rencana (misalnya Profil I), tapi ternyata pesanan yang dimaksud tidak ada di daftar si Penjual. Misalnya yang ada WF (sesuai standard dari pabrik/industri).
- Kontraktor “ngotot” dengan dalih mereka yang lebih paham masaah konstruksi, dan memberikan penjelasan kepada si Penjual bahwa Profil I itu sama dengan profil WF. Akhirnya terjuallah profil WF itu dengan nama yang sudah diganti menjadi I (Padahal secara standar, kedua profil tersebut seharusnya berbeda).